Wikileaks
adalah situs yang memberikan bocoran berita yang sifatnya rahasia, Wikileaks saat ini menjadi pusat perhatian dengan menerbitkan 90.000 catatan rahasia tentang laporan intelijen militer Amerika Serikat tentang perang di Afghanistan.
Bocoran ini merupakan yang terbaru dari serangkaian pemuatan informasi rahasia maupun sensitif yang merupakan bukti kejahatan perang.
Wikileaks, yang semakin terkenal dengan keahliannya tersebut, sementara pemerintah AS menjadi kalang kabut karena rahasianya menjadi terbuka.
WikiLeaks Sebut Megawati Cenderung Korupsi
Jumat, 3 Desember 2010 | 17:48 WIB
INILAH.COM, Jakarta- Bocoran dokumen yang dilansir WikiLeaks menceritakan juga soal Megawati. Amerika Serikat sempat menyebutkan pemerintahan era Megawati cenderung korupsi.
Bocoran dokumen rahasia pemerintahan Amerika Serikat yang ramai dilansir WikiLeaks, ternyata membincangkan soal Indonesia. Selain mengulas soal Wiranto dan SBY, Megawati juga turut jadi pembicaraan.
Perbincangan seputar Indonesia itu termuat dalam laporan khusus mengenai Indonesia yang bertajuk Indonesia: Domestic Politics, Strategic Dynamics and American Interests.
Pada bagian pembuka disebutkan, dokumen Report RL32394 itu mengungkap kunci penting dari kebijakan politik Indonesia serta strategi dinamis. Penyusunnya adalah Bruce Vaughn dari Foreign Affairs, Defense and Trade Division. Laporan ini juga menyediakan informasi latar belakang umum mengenai Indonesia, dalam hubungannya dengan AS.
Tapi ada sepenggal yang menuliskan seputar laporan hasil Pemilu tahun 2004 lalu. Dokumen itu menceritakan mengapa Megawati kalah dalam Pemilu 2004. Megawati dianalisa kalah karena penurunan dukungan, dibandingkan dengan Pemilu tahun 1999, kurangnya pertumbuhan ekonomi terus korupsi.
Laporan tertanggal 20 Juni 2007 yang kemudian diperbarui pada 17 Juni 2008 itu memang mendeskripsikan secara detil mengenai situasi politik Indonesia dalam Pemilu 2009.
“Laporan ini bertujuan menyediakan konteks yang luas agar bisa memahami kompleksnya hubungan antar isu tersebut,” demikian penggalan laporan itu.
Bila dibaca sekilas, kelihatan sekali bahwa laporan itu memang ditujukan untuk kepentingan Washington. Pemerintah Indonesia belum bersikap soal bocornya dokumen ini. Tapi setidaknya sikap AS terhadap Indonesia, bisa tergambar betul dari dokumen ini.
WikiLeaks Sebut Megawati Cenderung Korupsi
Jumat, 3 Desember 2010 | 17:48 WIB
INILAH.COM, Jakarta- Bocoran dokumen yang dilansir WikiLeaks menceritakan juga soal Megawati. Amerika Serikat sempat menyebutkan pemerintahan era Megawati cenderung korupsi.
Bocoran dokumen rahasia pemerintahan Amerika Serikat yang ramai dilansir WikiLeaks, ternyata membincangkan soal Indonesia. Selain mengulas soal Wiranto dan SBY, Megawati juga turut jadi pembicaraan.
Perbincangan seputar Indonesia itu termuat dalam laporan khusus mengenai Indonesia yang bertajuk Indonesia: Domestic Politics, Strategic Dynamics and American Interests.
Pada bagian pembuka disebutkan, dokumen Report RL32394 itu mengungkap kunci penting dari kebijakan politik Indonesia serta strategi dinamis. Penyusunnya adalah Bruce Vaughn dari Foreign Affairs, Defense and Trade Division. Laporan ini juga menyediakan informasi latar belakang umum mengenai Indonesia, dalam hubungannya dengan AS.
Tapi ada sepenggal yang menuliskan seputar laporan hasil Pemilu tahun 2004 lalu. Dokumen itu menceritakan mengapa Megawati kalah dalam Pemilu 2004. Megawati dianalisa kalah karena penurunan dukungan, dibandingkan dengan Pemilu tahun 1999, kurangnya pertumbuhan ekonomi terus korupsi.
Laporan tertanggal 20 Juni 2007 yang kemudian diperbarui pada 17 Juni 2008 itu memang mendeskripsikan secara detil mengenai situasi politik Indonesia dalam Pemilu 2009.
“Laporan ini bertujuan menyediakan konteks yang luas agar bisa memahami kompleksnya hubungan antar isu tersebut,” demikian penggalan laporan itu.
Bila dibaca sekilas, kelihatan sekali bahwa laporan itu memang ditujukan untuk kepentingan Washington. Pemerintah Indonesia belum bersikap soal bocornya dokumen ini. Tapi setidaknya sikap AS terhadap Indonesia, bisa tergambar betul dari dokumen ini.



0 komentar:
Poskan Komentar